Detail Pelatihan

Nama Pelatihan
WORKSHOP PELITA KESMAS (WS. PELITA KESMAS)

Jenis Peserta
Pegawai RSUP Dr Kariadi

Metode
Luring

Harga
Rp. 0

Kuota Peserta
30 (Terisi : 27/30)

Periode Pendaftaran
08 Maret 2023, Jam 07:30 WIB
s.d. 13 Maret 2023, Jam 16:00 WIB

Periode Pelaksanaan
14 Maret 2023, Jam 07:30 WIB
s.d. 14 Maret 2023, Jam 16:00 WIB


Deskripsi Pelatihan

1. LATAR BELAKANG

Stunting merupakan tinggi badan yang rendah menurut usia anak atau gangguan tumbuh kembang akibat kekurangan gizi yang kronis dan infeksi yang persisten sehingga anak menjadi pendek atau sangat pendek. Anak yang stunting tidak tampak kurus karena anak bisa terlihat gemuk atau berat badannya normal, hanya saja anak menjadi lebih pendek daripada ukuran tinggi badan seusianya. Stunting harus diwaspadai dengan memastikan asupan gizi anak terpenuhi, terutama kebutuhan terhadap zat gizi protein pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Wasting adalah kondisi anak yang berat badannya menurun seiring waktu hingga total berat badannya jauh di bawah standar kurva pertumbuhan atau berat badan berdasarkan tinggi badannya rendah (kurus) dan menunjukkan penurunan berat badan (akut) dan parah. Pemicu wasting biasanya dikarenakan anak terkena diare sehingga berat badannya turun drastis tapi tinggi badannya tidak bermasalah. Wasting tidak dapat dianggap sepele sebab jika penanganannya terlambat bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian.

Pemerintah Indonesia sejak tahun 2018 telah meluncurkan program perbaikan stunting pada balita dengan target menurunkan < 20>

Strategi percepatan dan penurunan stunting dalam intervensinya membutuhkan koordinasi lintas sektoral dari tingkat nasional ke tingkat bawah . Untuk mencegah stunting telah di rumuskan intervensi spesifik yang berkontribusi pada 30% penurunan stunting dan intervensi sensitif yang berkontribusi 70%. Hasil SSGI tahun 2022 menunjukkan balita stunting mengalami penurunan 2.8% , dari 24.4% di tahun 2021 menjadi 21.6% di tahun 2022

Salah satu fungsi rumah sakit adalah sebagai pelaksana program pemerintah dan mendukung tercapainya target pembangunan nasional sehingga rumah sakit ikut terlibat dalam program nasional (prognas) khususnya penurunan prevalensi stunting dan wasting. Berdasar program tersebut, maka diperlukan pemahaman dan kesadaran seluruh staf tentang kebijakan rumah sakit terkait penurunan prevalensi stunting wasting, serta kemampuan seluruh staf  dalam melakukan pencatatan, pelaporan data secara digital. Salah satu upayanya adalah dengan melalui workshop PELITA KESMAS di RSUP Dr Kariadi.

Dalam workshop PELITA KESMAS  ini akan dibahas tentang  stunting dan wasting, tatalaksana gangguan perkembangan pasien stunting dan wasting di rumah sakit, alur pelayanan serta bagaimanan sistem pencatatan dan pelaporan data secara digital melalui PELITA KESMAS.

 

2. TUJUAN

A. Tujuan Umum

Setelah mengikuti workshop PELITA KESMAS, peserta dapat mengerti, memahami  kebijakan rumah sakit tentang prognas stunting dan wasting.

B. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti pelatihan peserta mampu :

  1. Memahami Kebijakan Rumah Sakit terkait penurunan prevalensi stunting dan wasting  di RSUP Dr Kariadi
  2. Memahami dan  mampu melakukan penilaian status gizi melalui pengukuran antropometri dengan benar
  3. Memahami tentang tatalaksana gangguan perkembangan pada anak stunting dan wasting
  4. Memahami dan mampu melakukan pencatatan dan pelaporan pasien stunting wasting secara digital melalui PELITA KESMAS

 

3. PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan workshop dilaksanakan pada :

Hari/tanggal : Selasa / 14 Maret 2023

Waktu : 08.30 - 13.00 WIB

Tempat : Aula Gd. Diklat RSUP Dr. Kariadi Semarang

 

4. METODE

Workshop dilakukan melalui luring dengan metode :

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Tanya jawab

 

5. NARASUMBER

Narasumber adalah dokter spesialis anak di RSUP Dr Kariadi dan FK UNDIP dan bidan  yang telah mengikuti pelatihan pencatatan dan pelaporan data melalui PELITA KESMAS.

 

6. PESERTA

Kriteria peserta workshop  adalah:

  1. Perawat/bidan  RSUP Dr. Kariadi
  2. Ahli gizi di Ruang anak lt dasar, anak lt 1 dan ruang onkologi

Jumlah peserta 30 orang.

(setiap peserta wajib membawa laptop)