Detail Pelatihan
Nama Pelatihan
WORKSHOP PENGELOLAAN ASUHAN KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN KESEHATAN (WS ASUHAN KEPERAWATAN DAN PEN.KES)
Jenis Peserta
Pegawai RSUP Dr Kariadi
Metode
Daring dan Luring (Blended)
Harga
Rp. 0
Kuota Peserta
300 (Terisi : 0/300)
Periode Pendaftaran
21 April 2025, Jam 07:00 WIB
s.d. 25 April 2025, Jam 16:00 WIB
Periode Pelaksanaan
28 April 2025, Jam 07:00 WIB
s.d. 30 April 2025, Jam 16:00 WIB
Deskripsi Pelatihan
Mutu pelayanan pasien sangat dipengaruhi oleh model pengelolaan asuhan keperawatan dan pendidikan kesehatan yang diberikan kepada pasien.(1) Model pengelolaan asuhan keperawatan terdiri dari beberapa model yang meliputi tim, fungsional moduler dan primer.(2) Model pengelolaan asuhan keperawaan yang sama dapat dioperasionalkan dengan cara yang sangat berbeda dengan pertimbangan beberapa hal seperti ekonomi hingga ketersediaan staf.(2) Model pengelolaan asuhan keperawatan juga dapat membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran terutama bagi mahasiswa perawat dari institusi pendidikan keperawatan yang sedang menjalani praktik klinis di rumah sakit, atau perawat yang masih menjalani masa orientasi atau perawat lain yang sedang menjalani masa transisi di unit kerja yang baru.(1)
Pendidikan merupakan konsep penyampaian pengetahuan melalui serangkaian aktivitas terarah. Pendidikan terdiri dari sekumpulan tindakan sadar dan disengaja yang membantu individu mendapatkan pengetahuan baru, merubah sikap, mengadopsi perilaku baru, atau mendapatkan keterampilan baru. Seorang pendidik perlu paham meng enai subjek yang diajarkan dan prinsip pendidikan paisen agar dapat memberikan individu panduan, mengatur laju pembelajaran dengan tepat dan berhasil mengenalkan konsep dengan kreatif untuk mendapatkan pengetahuan baru, perilaku atau perubahan sikap.(3) Pendidikan pasien melibatkan promosi, proteksi, dan mempertahankan kesehatan. Hal ini melibatkan pendidikan mengenai pengurangan resiko kesehatan, peningkatan tingkat kesejahteraan seseorang, dan menggunaan langkah-langkah perlindungan kesehatan yang spesifik.(4)
Proses pendidikan dan pengajaran melibatkan interaksi dinamis antara pengajar dan pembelajar. Setiap partisipan saling mengkomunikasikan informasi, emosi, persepsi dan sikap.(4) Pendidikan dan pembelajaran dimulai ketika sesorang mengidentifikasi kebutuhan untuk mengetahui atau mendapatkan kemampuan untuk melakukan sesuatu. Pendidikan paling efektif ketika sesuai dengan kebutuhan pembelajar. Seorang pendidik mengkaji kebutuhan dengan cara mengajukan pertanyaan dan menentukan ketertarikan pembelajar. Komunikasi interpersonal adalah sesuatu yang penting untuk keberhasilan pendidikan.(3) Pelibatan pasien dalam perawatan kesehatan serta pendidikan pasien tentang cara mengelola kesehatan sangat tergantung pada literasi pasien. Perawat perlu berkomunikasi dengan jelas, memberikan informasi kesehatan yang dapat dimengerti dan dilaksanakan, serta memberikan kesempatan dan dorongan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait dengan kesehatan pasien.(5)
Berdasarkan latar belakang di atas, perawat dan bidan perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait dengan pengelolaan asuhan keperawatan pasien dan pendidikan keseahatan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan keperawatan di unit kerja. Oleh karena itu, workshop terkait dengan pengelolaan asuhan keperawatan dan pendidikan kesehatan perlu dilaksanakan bagi perawat dan bidan di RS Dr.Kariadi Semarang.